Skip to content

Seni Budaya

Negeri Porto adalah sebuah negeri atau desa di Pulau Saparua, Maluku, yang memiliki kekayaan seni dan budaya lokal yang masih lestari hingga kini. Budaya di Negeri Porto sangat dipengaruhi oleh sejarah panjang interaksi dengan berbagai bangsa, termasuk Portugis dan Belanda, serta tetap mempertahankan kearifan lokal Maluku. 

Berikut adalah beberapa aspek seni dan budaya di Negeri Porto, Saparua :


Tradisi adat dan ritual :

  • Heka Hiti Heka Leha : Ini adalah semboyan budaya yang menjadi roh pemersatu masyarakat, termasuk antara masyarakat Porto dengan negeri tetangga seperti Haria di Kecamatan Saparua.
  • Tradisi Tutup Rumah: Seperti masyarakat di negeri-negeri adat lain di Pulau Saparua, Porto juga memiliki tradisi ini. Nilai dasarnya adalah tolong-menolong atau "masohi" antar warga untuk membantu pembangunan rumah.
  • Tradisi Cuci Negeri: Ritual ini merupakan upacara adat untuk membersihkan diri dan menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan, yang masih dilestarikan oleh masyarakat di Pulau Saparua.
  • Kumpul Gandong atau lahatol (Kumpul Orang Saudara)
  • Meja Kaweng: Sebuah tradisi adat dalam prosesi pernikahan yang dilakukan oleh keluarga laki-laki. Tradisi ini melibatkan perundingan, dan acara makan bersama sebagai ungkapan syukur.
  • Harta Kaweng (Mas Kaweng) 
  • Kain Sisimosi (Kain Tutup Malu)
  • Kain berkat

Get 30% off your first purchase

X